Ads Top

minexcoin

Penyebab Nyeri Sakit Pada Dada

Penyebab tanda gejala nyeri dan sakit dada seringkali dialami manusia dan pada umumnya hal ini dikaitkan dengan tanda gejala sakit sakit atau pun serangan jantung. Akan tetapi yang perlu digaris bawahi adalah TIDAK semua sakit dada atau pun nyeri dada pasti adalah serangan jantung.

Nyeri dada bisa dialami dan terjadi pada wanita atau pun pria. Bisa juga terjadi pada dewasa atau pun usia lanjut. Sehingga kita perlu mengetahui apakah yang menjadi penyebab nyeri dada atau angina pektoris ini yang sebenarnya.

Ada beberapa pengertian nyeri dada ini yaitu diantaranya : Nyeri dada (sakit dada) bisa diakibatkan penyakit paru misalnya radang pleura (pleuritis) karena lapisan paru saja yang bisa merupakan sumber rasa sakit, sedang pleura viseralis dan parenkim paru tidak menimbulkan rasa sakit (Himawan, 1996).

Penyebab Nyeri Sakit Dada

Definisi sakit dada lainnya adalah nyeri dada koroner adalah rasa sakit akibat terjadinya iskemik miokard karena suplai aliran darah koroner yang pada suatu saat tidak mencukupi untuk kebutuhan metabolisme miokard.

Sebagian besar masyarakat umum akan menilai bahwa keluhan nyeri dada akan selalu berkaitan dengan penyakit jantung koroner (PJK). Karena memang salah satu dari tanda gejala khas jantung koroner ini adalah rasa sakit dada yang dirasakan seperti ditekan, diremas, ditindih beban berat, panas dan lain-lain.

Akan tetapi keluhan tanda gejala nyeri dada tidak selalu karena sakit jantung. Karena hal ini memerlukan pemeriksaan lebih lanjut lagi untuk menegakkan diagnosa penyakit jantung secara lebih terperinci.

Nyeri dada dapat muncul hanya sesekali saja dalam waktu singkat sehingga seringkali tidak disadari, tetapi ada juga yang muncul terus-menerus dan dalam waktu yang cukup lama.

Sakit dada dapat disebabkan oleh banyak faktor, yang dapat dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu penyebab jantung dan bukan jantung.

Berbagai Penyebab Nyeri Dada


Nyeri dada sebelah kiri yang disebabkan oleh penyakit jantung sangat sering terjadi. Gejala nyeri dada ini sering disebut angina pectoris. Gejala ini merupakan gejala penyakit jantung koroner yang dapat membahayakan nyawa.

Ciri khas dari gejala nyeri dada karena jantung koroner ini adalah sangat menusuk dan berat. Kadang pasien merasakan nyeri seperti terbebani batu besar pada dada kirinya. Nyeri pada umumnya muncul di dada kiri dan menyebar ke bahu hingga lengan kiri.

Angina pectoris adalah nama latin untuk nyeri didada, dan ini ditimbulkan oleh latihan (exercise), dan akan hilang jika anda istirahat. Pada CHD, nyeri itu datangnya dari serat otot di jantung, yang tidak mendapat oksigen yang cukup untuk pekerjaan yang mereka lakukan.

Angina nyeri dada sebelah kiri umumnya berlangsung sekitar 2 sampai 3 menit dan tidak lebih dari 10 menit.

Ia bisa juga datang jika seseorang berjalan naik, melawan angin yang kencang atau jika anda naik tangga, tetapi bisa juga setelah pekerjaan yang enteng seperti memakai baju. Umumnya lebih buruk di udara dingin dan jika berolah raga setelah makan, membawa anjing jalan setelah makan pagi.

Nyerinya seperti angina, tetapi tidak seperti angina yang hilang jika anda istirahat, maka ini akan memburuk. Orang yang telah mengalaminya sering mengatakan bahwa ini adalah nyeri yang terburuk yang pernah mereka alami seumur hidup.

Seseorang yang mendapat serangan jantung bisa terlihat abu-abu dan berkeringat dan terasa dingin jika disentuh.

Mereka sering merasa sakit dan juga bisa muntah. Beberapa orang yang mendapat serangan jantung, sebelumnya belum pernah mempunyai gejala penyakit jantung – serangan datang begitu saja.

Bagaimanapun juga, kebanyakan akan mempunyai beberapa sakit yang timbul hilang untuk beberapa minggu atau bulan sebelum pembuluh darah secara bertahap menyempit.

Gejala Tanda Ciri Khas Serangan Jantung

Gejala Tanda Ciri Khas Serangan Jantung

Berikut ini adalah beberapa tanda gejala gejala khas yang timbul pada orang yang mengalami serangan jantung antara lain adalah sebagai berikut :

Dada terasa sesak dan berat

Sehingga sangat sulit untuk bernafas. Hal ini bisa diilustrasikan pada sebuah iklan beberapa waktu yang lalu yaitu iklan obat sakit asma di layar televisi, dimana disitu digambarkan seorang perempuan yang sedang merasakan sesak nafas yang berat seperti diikat oleh tali kuat dan kencang.

Begitulah kurang lebih seperti sesak nafas orang yang terkena serangan jantung. Walaupun hal ini sensasi sakit dada berbeda antara satu orang dengan orang lainnya yang terkena serangan jantung.

Keluar Keringat Dingin

Dan perut terasa mual dan ingin muntah serta timbul perasaan cemas. Kondisi tersebut muncul serta-merta berbarengan dengan sesaknya nafas sampai kesulitan saat bernafas.

Nyeri Sakit Dada Yang Menjalar

Nyeri pada daerah dada ini pada serangan jantung koroner akan menjalar pada lengan kiri dan rahang, di bagian belakang perut, dan juga terjadi pada salah satu bahu. Dan juga dirasakan di sekitar leher.

Denyut Jantung Terasa Lebih Kencang

Di saat yang bersamaan, badan juga tiba-tiba merasa sangat lemas. Dan yang patut diperhatikan gejala-gejala berbahaya di atas bisa terjadi sekalipun orang sedang beristirahat dalam arti tidak sedang melakukan aktifitas. Namun demikian, gejala di atas juga bisa muncul sehabis berolahraga, setelah menghabiskan menu makan besar, atau ketika sedang stres.

Nyeri Sakit Dada Bukan Dari Jantung

Nyeri dada pada dasarnya dapat disebabkan oleh semua penyusun dada kita. Dari luar ke dalam dada kita Anatomi Fisiologis Jantung yang disusun oleh kulit, otot, tulang, jantung, selaput pembungkus paru-paru, dan paru-paru. Di sekitar dada juga terdapat organ lambung dan payudara pada wanita.

Yang termasuk faktor penyebab sakit dada yang berasal dari jantung ini terbagi menjadi dua yaitu :
  • Koroner (Karena adanya penyempitan pembuluh darah koroner jantung).
  • Non Koroner (Karena adanya spasme pembuluh darah jantung).
faktor penyebab sakit dada yang berasal dari jantung

Ada juga beberapa faktor penyebab nyeri dada yang berasal dari bukan jantung atau non kardial ini bisa disebabkan karena :
  1. Pleural. Ciri tanda nyeri dada yang disebabkan oleh karena penyakit paru seperti halnya infeksi paru, kanker paru sifatnya menusuk dan terlokalisir pada suatu tempat.
  2. Gastrointestinal. Pada kelainan organ pencernaan sensasi sakit dada ini dirasakan sebagai suatu sensasi terbakar atau rasa panas pada daerah dada, disertai rasa asam yang naik ke kerongkongan, mulut akan terasa pahit, dan sering kali mengalami radang tenggorokan. Kumpulan gejala simptom semacam ini sesuai dengan penyakit yang dalam dunia medis kedokteran disebut dengan gastrooesophageal reflux disease (GERD).
  3. Neural Dan Otot. Sakit dan nyeri akibat adanya keluhan pada otot serta tulang (muskuloskeletal) yang disebut penyakit kostokondritis, patah tulang iga, atau metastasis kanker.
  4. Psikogenik (Abdurrahman N, 1999). Kecemasan ini apalagi yang berlebihan akan bisa menjadi penyebab rasa tidak nyaman di dada. Mekanisme terjadi karena adanya hiperaktivitas sistem saraf otonom yang akan membuat tubuh merespon dengan gejala-gejala fisik yang dikenal dengan istilah keluhan psikosomatis.
Untuk memastikan dan menegakkan diagnosa nyeri dada ini bisa dilakukan dengan beberapa jenis pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang untuk nyeri dada sakit dada yang diperlukan antara lain adalah :
  1. EKG 12 lead selama episode nyeri sakit dada. Pada pemeriksaan EKG biasanya didapatkan : Takhikardi / disritmia. pada perekaman EKG lengkap bila memang dari jantung koroner akan terlihat hasil EKG yang mengggambarkan : T inverted, ST elevasi / depresi, Q Patologis.
  2. Foto Rontgen Thorax
  3. Pemeriksaan Laboratorium Untuk Jantung. Kadar enzim jantung : CK, CKMB, LDH. Fungsi hati : SGOT, SGPT. Fungsi Ginjal : Ureum, Creatinin. Profil Lipid : LDL, HDL
  4. Kateterisasi jantung.
  5. Echocardiografi.
  6. Pemeriksaan Treadmill (harus dengan rekomendasi dokter) bila masih dalam periode sakit dada.
Nyeri dada bukanlah penyakit tersendiri tetapi gejala suatu penyakit. Pengobatan hanya dilakukan setelah penyakit yang mendasarinya diketahui. Nyeri dada dalam serangan akut angina pektoris, misalnya, dapat dihentikan cepat dengan nitrogliserin (trinitrat gliseril) yang diambil sebagai semprotan.

Dalam serangan jantung, aliran darah ke otot jantung diperlancar dengan obat pengencer darah seperti aspirin, heparin atau dengan pelebaran arteri koroner yang tersumbat, misalnya, dengan menggunakan balon (balonisasi). Lalu dilakukan pemasangan cincin jantung (stent).

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.