Ads Top

minexcoin

Mengenal Bahaya Infeksi Virus Zika

Mengenal Bahaya Virus Zika
Dampak pengaruh bahaya virus zika pada janin yang bisa menyebabkan kecacatan pada bayi yang dilahirkan oleh ibu hamil yang tertular zika virus ini.

Virus zika yang dibawa oleh Nyamuk Aedes Aegypti telah menginfeksi ribuan orang di Amerika Latin dan Karibia. Virus Zika yang bersumber dari gigitan nyamuk diperkirakan telah menyebabkan cacat lahir yang serius pada ribuan bayi di Brasil.

Pada awalnya, Zika telah ditandai sebagai penyakit yang umumnya tidak berbahaya. Penyebab Tanda Ciri Gejala Virus Zika ditandai dengan gejala-gejala seperti halnya ruam, demam, rasa sakit pada sendi, dan mata merah. Bahkan, sekitar satu dari empat orang yang terinfeksi virus ini bisa jadi tak menyadarinya.


Bahaya Virus Zika Pada Ibu Hamil Dan Janin Bayi


Zika virus adalah merupakan virus infeksi yang menyerang perkembangan otak janin. Saat seorang ibu hamil terjangkit virus ini, ia akan mengganggu perkembangan otak bayi yang dikandungnya sehingga volume otaknya menyusut (mikrosefali).

Inilah yang membuat ribuan bayi di Brasil lahir dengan ukuran otak yang lebih kecil dari ukuran bayi normal.

Walau virus Zika belum tiba di Indonesia, tak ada salahnya kita mengetahui apa saja bahaya yang dapat ditimbulkan. Lantas bahaya apa saja yang ditimbulkan oleh infeksi zika virus ini, berikut diantaranya :

Menyebabkan Cacat Bawaan Pada Anak

Mengapa dan bagaimana zika virus bisa menyebabkan kecacatan pada bayi setelah dilahirkan ? Terlepas dari kenyataan bahwa penyakit yang dibawa nyamuk ini sangat mirip dengan demam kuning, virus West Nile, dan chikungunya, Zika adalah penyakit pertama yang berhubungan langsung ke malformasi kongenital utama seperti microcephaly.

Dilansir dikutip dari situs Foxnews, virus Zika dapat memengaruhi kehamilan, dan menimbulkan risiko cacat bawaan pada anak. Bayi yang lahir dengan microcephaly akan memerlukan pemantauan dan perawatan seumur hidup. Tidak ada obat, dan anak-anak ini akan menderita keterlambatan perkembangan dan kognitif.

Di Brasil tercatat hampir 4 ribu kasus microcephaly sejak Oktober 2015. Microcephaly menyerang dua sampai 12 bayi per 10 ribu kelahiran di Amerika. Inilah sebagian dari hubungan virus zika dengan Microcephaly.

Virus Menyebar Cepat

Hampir setiap jam ada perkembangan terbaru seputar penyebaran virus Zika yang semakin meluas di daerah Amerika. Di Kolombia, diprediksikan terdapat 600 ribu kasus.

Jika seorang pasien terinfeksi virus Zika saat mengunjungi wilayah yang terjangkit, pasien dapat menjadi titik fokus Aedes Aegypti untuk melakukan kontrak virus.

Jika Anda terserang virus di luar wilayah yang terjangkit, kemudian Anda kembali ke rumah dan digigit oleh nyamuk Aedes Aegypti lain, maka nyamuk tersebut dapat menginfeksi orang lain.

Bahaya Virus Zika Pada Ibu Hamil Dan Janin Bayi

Sangat penting bagi kita untuk proaktif melakukan pencegahan, mengingat hingga saat ini belum ada obat atau vaksin untuk mengobati Zika.

Hal terbaik yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi Zika adalah memakai pakaian dan pelindung anti-nyamuk, tidak bepergian ke daerah yang terserang Zika, dan menghubungi dokter jika Anda mengalami gejala.

Virus Tak Hanya Menyerang Wanita Ibu Hamil

Virus Zika bukan hanya berbahaya bagi wanita hamil, tapi juga pada dewasa lainnya. Virus ini menyerang sistem saraf dewasa dan menyebabkan peradangan akar saraf di tulang belakang atau disebut juga Guillain-Barre (gangguan saraf yang menyebabkan kelemahan otot yang dimulai pada kaki yang kemudian menyebar ke lengan dan wajah).

Gangguan saraf tersebut dapat menyebabkan pasien merasa mati rasa, kesulitan berjalan, dan lumpuh. Dalam kasus yang parah, pasien mungkin memerlukan dukungan hidup.

Sehingga dengan demikian maka kita semua perlu waspada dan melindungi diri dari nyamuk, bukan hanya ibu hamil. Kita harus mempertimbangkan peringatan perjalanan yang telah dikeluarkan WHO dan mencegah gigitan nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk.

Virus Zika Di Indonesia


Kasus virus Zika di Indonesia mulai terdeteksi di tahun 1977 dan 1978 di Rumah Sakit Tegalyoso daerah Klaten, Jawa Tengah di mana dilakukan penelitian terhadap beberapa orang yang memiliki gejala terinfeksi virus Zika.

Kemunculan virus Zika kembali terdeteksi di tahun 2015 oleh lembaga Eijman Jakarta yang dikonfirmasi oleh Prof. Amin Subandrio, Direktur Lembaga Biologi molekular Eijkman Jakarta, yang kemudian mengatakan untuk tidak perlu khawatir karena demam dengue yang disebabkan oleh virus Zika hanya deman biasa-biasa saja tidaklah berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya.

Pada tahun 2013, Australia juga pernah melaporkan salah seorang warganya yaitu wanita berusia 52 tahun yang datang untuk berlibur selama 9 hari ke Indonesia terkena demam dengue dan gejala lainnya seperti munculnya ruam-ruam di tubuhnya yang kemudian terindikasi akibat infeksi virus Zika.

Untuk itulah kita di indonesia untuk selalu waspada dan hati-hati dengan penyebaran dan penularan penyakit virus zika ini.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.
IBX5991B2CA28314